Blog

Distribusi Last-Mile: Tantangan dan Solusi bagi Perusahaan Logistik


27 December 2025


Daftar Isi

Pertumbuhan pesat e-commerce membuat distribusi last-mile menjadi tantangan besar bagi perusahaan logistik. Tahap pengiriman terakhir ini cukup penting karena menentukan kepuasan pelanggan sekaligus efisiensi operasional. Meski jaraknya pendek, last-mile bisa menyumbang hingga 50% biaya logistik dan sering menjadi bagian paling kompleks dalam supply chain.

Bagi para jajaran manager di bidang supply chain, last-mile bukan hanya soal operasional, tapi strategi bisnis yang bisa membedakan perusahaan dari pesaing. Artikel ini membahas tantangan yang ada dan solusi praktis untuk mengoptimalkan proses last-mile.

Memahami Distribusi Last-Mile dalam Konteks Logistik Modern

Distribusi last-mile adalah tahap akhir pengiriman barang dari pusat distribusi atau gudang ke alamat konsumen. Tahap ini paling kompleks karena melibatkan banyak variabel, seperti lokasi pengiriman yang tersebar, target waktu pengiriman yang ketat, dan kondisi infrastruktur yang berbeda-beda.

Menurut Bridgenr, meskipun jaraknya pendek, last-mile delivery sering menjadi titik lemah dalam rantai distribusi. Tantangan utamanya meliputi pengiriman terlambat, biaya tinggi, dan kompleksitas pengelolaan armada. Selain itu, fase ini menjadi momen interaksi langsung antara perusahaan logistik dan konsumen, sehingga sangat mempengaruhi persepsi brand dan loyalitas pelanggan.

Di Indonesia, tantangan ini lebih kompleks karena kondisi geografis yang beragam, dari kota padat hingga daerah terpencil yang sulit dijangkau. Perusahaan logistik di Indonesia harus menerapkan strategi khusus yang disesuaikan dengan karakteristik lokal agar distribusi tetap efisien.

Tantangan Utama dalam Distribusi Last-Mile

1. Biaya Operasional yang Tinggi

Biaya distribusi last-mile mencapai lebih dari 50% dari total biaya pengiriman. Faktor penyebabnya mencakup jarak tempuh yang pendek namun dengan frekuensi tinggi, konsumsi bahan bakar yang tidak efisien akibat rute yang berbelit, serta biaya tenaga kerja kurir. Deliveree mencatat bahwa variabilitas alamat pengiriman dan kondisi lalu lintas yang tidak menentu turut berkontribusi pada membengkaknya biaya operasional.

2. Ekspektasi Kecepatan Pengiriman

Konsumen modern seringkali menginginkan pengiriman same-day atau bahkan dalam hitungan jam. Tuntutan ini memberikan tekanan besar pada perusahaan logistik untuk menyediakan layanan cepat yang efisien. Guna mewujudkan ekspektasi tersebut, tentunya memerlukan efisiensi tinggi dan teknologi yang tepat untuk mempercepat proses pengiriman.

3. Kompleksitas Manajemen Armada

Pengelolaan armada untuk distribusi last-mile juga harus melibatkan koordinasi puluhan hingga ratusan kendaraan dengan rute yang berbeda-beda. Seperti dilansir dalam Detrack, disebutkan bahwa beberapa tantangan sistem ini terletak pelacakan real-time, optimalisasi rute, dan manajemen sumber daya yang efisien sebagai hambatan utama dalam operasional harian.

4. Keterbatasan Visibilitas dan Tracking

Kurangnya sistem perusahaan logistik tracking yang terintegrasi menyebabkan kesulitan dalam memantau status pengiriman secara real-time. Hal ini tidak hanya mempengaruhi kepuasan pelanggan tetapi juga menghambat kemampuan perusahaan untuk merespons masalah pengiriman dengan cepat.

5. Fluktuasi Permintaan Musiman

Peak season seperti menjelang hari raya atau event belanja online menciptakan lonjakan volume pengiriman yang signifikan. Menurut KNAPP, perusahaan harus mampu meningkatkan kapasitas logistik secara fleksibel tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk infrastruktur permanen.

6. Tantangan Lingkungan dan Keberlanjutan

Dengan meningkatnya kesadaran lingkungan, perusahaan dituntut untuk mengurangi emisi karbon dari aktivitas pengiriman. Distribusi last-mile yang tidak efisien tentunya berkontribusi besar terhadap polusi udara, terutama di wilayah urban.

Solusi Strategis untuk Optimalisasi Distribusi Last-Mile

1. Implementasi Teknologi Digital dan AI

Pemanfaatan sistem manajemen transportasi (TMS) berbasis AI dapat mengoptimalkan perencanaan rute secara real-time, mempertimbangkan faktor seperti kondisi lalu lintas, cuaca, dan prioritas pengiriman. Seperti informasi dari Nomadia, pemanfaatan teknologi geolokasi dan IoT sangat penting untuk pelacakan pengiriman yang akurat.

2. Penggunaan Micro Fulfillment Center

Mendirikan pusat distribusi kecil di lokasi strategis dekat dengan konsentrasi pelanggan dapat mengurangi jarak tempuh dan mempercepat waktu pengiriman. Konsep micro fulfillment center ini terbukti efektif mengurangi biaya operasional hingga 30%.

3. Optimalisasi Rute Dinamis

Menggunakan software khusus, perusahaan bisa menentukan jalur pengiriman terbaik dengan mempertimbangkan beberapa titik pengiriman, kapasitas kendaraan, dan waktu yang diinginkan pelanggan. Sistem ini juga bisa menyesuaikan rute secara otomatis jika ada perubahan di lapangan, misalnya macet atau ada order mendadak.

4. Strategi Crowdsourcing dan Kolaborasi Lokal

Bermitra dengan kurir lokal atau mengadopsi model crowdsourced delivery juga dapat membantu memenuhi permintaan yang naik-turun tanpa harus memiliki banyak armada sendiri. Cara ini juga mempermudah pengiriman ke daerah yang sulit dijangkau.

5. Implementasi Pickup Points

Menyediakan lokasi pengambilan mandiri, misalnya di minimarket atau locker otomatis, memberi pelanggan pilihan yang lebih fleksibel. Selain itu, cara ini mengurangi risiko paket gagal dikirim dan memberi pelanggan kontrol lebih besar atas pengambilan barang mereka.

6. Sistem Notifikasi dan Komunikasi Real-Time

Memberikan update status pengiriman melalui SMS, WhatsApp, atau aplikasi mobile meningkatkan transparansi dan mengurangi kecemasan pelanggan. Seperti disebutkan dalam laman SELOG bahwa komunikasi proaktif dapat mengurangi komplain pelanggan hingga 40%.

7. Adopsi Kendaraan Ramah Lingkungan

Menggunakan mobil listrik atau hybrid untuk pengiriman terakhir (last-mile) tidak hanya mengurangi polusi, tapi juga menghemat biaya bahan bakar. Beberapa kota besar di Indonesia bahkan mulai memberikan insentif bagi perusahaan yang memakai kendaraan ramah lingkungan.

Peran Teknologi dalam Transformasi Distribusi Last-Mile

Teknologi digital kini menjadi kunci utama dalam meningkatkan efisiensi pengiriman terakhir (last-mile). Dengan sistem yang terintegrasi, menggabungkan TMS (Transportation Management System)GPS tracking, dan analitik data, perusahaan bisa memantau seluruh proses pengiriman dari awal sampai akhir, sehingga keputusan bisa dibuat lebih cepat dan tepat.

Platform perusahaan logistik tracking modern juga memungkinkan pelanggan melihat posisi paket secara real-time, memilih waktu pengiriman yang nyaman, bahkan berkomunikasi langsung dengan kurir. Transparansi seperti ini membuat pelanggan lebih percaya dan mengurangi pertanyaan atau komplain ke layanan pelanggan.

Selain itu,  pemanfaatan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan machine learning membantu memprediksi pola permintaan, mengatur sumber daya secara efisien, dan mendeteksi masalah sebelum terjadi. Analisis data historis juga membuat estimasi waktu pengiriman lebih akurat dan perencanaan kapasitas lebih tepat.

Mengukur Keberhasilan Distribusi Last-Mile

Perusahaan logistik perlu menetapkan KPI yang jelas untuk mengukur efektivitas strategi distribusi last-mile. Beberapa metrik penting meliputi:

  • On-Time Delivery Rate: Persentase pengiriman yang tiba sesuai jadwal
  • Cost Per Delivery: Biaya rata-rata untuk setiap pengiriman
  • First-Attempt Delivery Success: Tingkat keberhasilan pengiriman pada percobaan pertama
  • Customer Satisfaction Score: Kepuasan pelanggan terhadap layanan pengiriman
  • Fleet Utilization Rate: Efisiensi penggunaan armada pengiriman
  • Carbon Footprint: Dampak lingkungan dari aktivitas distribusi

Monitoring berkelanjutan terhadap metrik ini memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi area perbaikan dan melakukan penyesuaian strategi secara proaktif.

Kesimpulan

Jadi, distribusi last-mile hingga saat ini masih menjadi tantangan terbesar bagi perusahaan logistik, namun dengan pendekatan strategis dan adopsi teknologi yang tepat, tantangan ini dapat diubah menjadi keunggulan kompetitif. Investasi pada sistem terintegrasi, efisiensi operasional, dan fokus pada kepuasan pelanggan menjadi kunci sukses menghadapi dinamika pasar.

Bagi pengambil keputusan di supply chain dan logistik, memahami kompleksitas last-mile dan menerapkan solusi yang tepat bukan lagi pilihan, tapi sebuah keharusan.

IPL Logistics berpengalaman menangani distribusi kompleks di berbagai industri. Dengan armada modern, teknologi tracking terintegrasi, dan jaringan luas di Indonesia, kami siap menjadi mitra strategis Anda. Konsultasi dan solusi logistik: www.indotamalogs.com.

FAQ

1. Apa perbedaan utama antara distribusi last-mile dan pengiriman reguler?

Distribusi last-mile adalah fase terakhir pengiriman dari hub terakhir ke konsumen akhir, biasanya berjarak pendek namun dengan kompleksitas tinggi karena melibatkan banyak titik pengiriman tersebar. Berbeda dengan pengiriman reguler yang fokus pada pemindahan volume besar antar warehouse atau hub distribusi.

2. Berapa rata-rata biaya distribusi last-mile dibanding total biaya logistik?

Biaya distribusi last-mile mencapai 50-53% dari total biaya logistik. Tingginya biaya ini disebabkan oleh frekuensi pengiriman yang tinggi, jarak tempuh tidak efisien, dan kebutuhan tenaga kerja intensif untuk pengantaran door-to-door.

3. Teknologi apa yang paling efektif untuk mengoptimalkan distribusi last-mile?

Sistem manajemen transportasi (TMS) berbasis AI, GPS tracking real-time, software optimalisasi rute dinamis, dan platform komunikasi terintegrasi adalah kombinasi teknologi paling efektif. Teknologi ini memungkinkan perencanaan rute optimal, visibilitas pengiriman, dan peningkatan efisiensi operasional hingga 30-40%.

Baca Juga : Optimalisasi Ruang Gudang: Tips Warehouse Layout untuk Operasional Lebih Cepat

Referensi:


Hubungi Kami , atau kunjungi akun Instagram kami di @ipl.logistics untuk lihat layanan terbaru kami.

Related Blog

Reach out to us today and let IPL be your
trusted partner in achieving seamless logistics solutions