Blog

Menghitung TCO (Total Cost of Ownership) Jika Perusahaan Memiliki Armada Sendiri vs Menyewa Truk


03 October 2025


Daftar Isi

Bagi pemilik bisnis, terutama di sektor distribusi, manufaktur, atau perdagangan, transportasi adalah nadi perusahaan. Barang bisa diproduksi dengan baik, tapi tanpa distribusi yang efisien, nilai bisnis akan menurun.

Pertanyaan besar yang sering muncul adalah:
Lebih efisien mana, memiliki armada truk sendiri atau menyewa truk dari mitra logistik seperti PT. Indotama Partner Logistics (IPL)?

Untuk menjawabnya, kita perlu menghitung dengan pendekatan Total Cost of Ownership (TCO) yaitu total biaya kepemilikan aset, dari pembelian hingga seluruh biaya yang muncul selama siklus hidupnya.

1. Biaya Armada Sendiri: Tidak Hanya Harga Beli

Banyak business owner hanya menghitung biaya pembelian truk di awal. Padahal, ada sederet biaya berulang dan tersembunyi yang justru jauh lebih besar.

Mari kita ambil contoh: 1 unit truk Fuso.

Biaya Awal

  • Harga beli truk Fuso baru: ± Rp 950.000.000

Biaya Tahunan (Rata-rata)

  • Gaji sopir & kernet: Rp 8.000.000/bulan → Rp 96.000.000/tahun
  • BBM: Rp 2.500.000/trip (Jakarta–Surabaya, 10 trip/bulan) → Rp 300.000.000/tahun
    • Catatan: Perusahaan umumnya harus pakai solar non-subsidi (Dexlite/Biosolar) karena lebih tersedia.
  • Tol Trans-Jawa: Rp 900.000/trip x 10 trip/bulan → Rp 108.000.000/tahun
  • Maintenance & sparepart: Rp 50.000.000/tahun (ban, oli, rem, suspensi, gearbox)
  • Pajak Kendaraan & SWDKLLJ: Rp 15.000.000/tahun
  • Asuransi (All Risk + TLO): Rp 5.000.000/tahun

Total tahunan per truk: ± Rp 574.000.000
Jika 5 truk → Rp 2,87 miliar/tahun, plus investasi awal Rp 4,75 miliar.

Biaya Tersembunyi (Hidden Cost)

  • Depresiasi aset: nilai jual kembali hanya 30–40% setelah 5 tahun.
  • Downtime truk mogok: distribusi berhenti, barang terlambat, risiko penalti dari buyer.
  • Driver management: training, insentif, risiko pelanggaran lalu lintas, bahkan moral hazard (BBM bocor, double job).
  • Overhead administrasi: butuh tim fleet management untuk monitoring, jadwal service, dan pengelolaan SDM.
  • Opportunity cost: modal miliaran rupiah yang seharusnya bisa dipakai untuk ekspansi bisnis justru terkunci di armada.

Baca juga : Biaya Perawatan Per Bulan Jika Bisnis Anda Punya Armada Sendiri

2. Biaya Sewa Armada IPL: Transparan dan Bisa Diprediksi

Dengan IPL, biaya transportasi berubah dari fixed cost menjadi variable cost. Perusahaan hanya membayar sesuai kebutuhan pengiriman.

Simulasi Biaya Sewa

  • Tarif sewa Fuso Jakarta–Surabaya: ± Rp 7.500.000/trip
  • Jika 10 trip/bulan → Rp 75.000.000/bulan → Rp 900.000.000/tahun

Note : Harga ini adalah hanyalah estimasi, tidak angka pasti & harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Yang Termasuk Dalam Tarif IPL

  • BBM & tol (tanpa tambahan mendadak)
  • Sopir & kernet profesional
  • Perawatan & sparepart full tanggung jawab IPL
  • Asuransi barang & kendaraan (hingga nilai tertentu sesuai kontrak)
  • GPS live tracking untuk monitoring real-time
  • Customer service & laporan trip bulanan

Dengan model ini, perusahaan tidak lagi perlu mengurus detail teknis logistik. Semua risiko ditanggung IPL.

3. Tabel Perbandingan TCO (5 Tahun, 5 Truk)

Komponen

Armada Sendiri

Sewa di IPL

Investasi Awal

Rp 4,75 miliar

Rp 0

Biaya Operasional / Tahun

Rp 2,87 miliar

Rp 4,5 miliar

Total 5 Tahun

± Rp 19 miliar

± Rp 22,5 miliar

Fleksibilitas Volume

Rendah

Tinggi

Risiko Perawatan

Ditanggung perusahaan

Ditanggung IPL

Cashflow

Berat (Capex + Opex)

Ringan (Opex saja)

Fokus Bisnis

Terpecah (urus armada)

Penuh (urus distribusi inti)

4. Perspektif Finansial: Capex vs Opex

Dari sudut pandang keuangan, perbedaan besar terletak pada jenis pengeluaran:

  • Armada Sendiri = Capex + Opex
    → Capex (capital expenditure) membebani neraca perusahaan karena harus dicatat sebagai aset jangka panjang.
    → Opex (operational expenditure) tetap berjalan tiap tahun.
  • Sewa di IPL = Opex saja
    → Lebih fleksibel, bisa menyesuaikan volume bisnis.
    → Lebih ringan di cashflow.
    → Dalam banyak kasus, biaya sewa dapat masuk kategori pengurang pajak (tax deductible).

5. Faktor Strategis Non-Finansial

  1. Fleksibilitas Volume: musim ramai bisa tambah truk, musim sepi bisa kurangi. Armada sendiri tetap bayar biaya tetap meski truk menganggur.
  2. Scalability: bisnis berkembang cepat → IPL langsung siap sediakan armada. Armada sendiri butuh investasi baru.
  3. Manajemen Risiko: kerusakan, kecelakaan, hingga masalah sopir bukan lagi tanggung jawab perusahaan.
  4. Fokus pada Core Business: perusahaan bisa fokus pada produksi, marketing, dan penjualan. Urusan logistik cukup dipercayakan ke IPL.

6. Kesimpulan

  • Armada Sendiri cocok untuk perusahaan dengan volume pengiriman sangat besar, stabil, dan punya divisi transportasi khusus.
  • Sewa di IPL lebih tepat untuk mayoritas bisnis karena:
    • Biaya lebih transparan & fleksibel
    • Cashflow lebih sehat
    • Risiko lebih rendah
    • Fokus tetap pada bisnis inti

Penutup: IPL, Solusi Efisiensi Logistik Bisnis Anda

PT. Indotama Partner Logistics (IPL) hadir dengan layanan sewa truk harian, mingguan, hingga kontrak jangka panjang. Armada lengkap tersedia: CDE, CDD, Fuso, Tronton Wingbox.

Sudah saatnya menghitung ulang biaya logistik Anda. Berapa rupiah yang sebenarnya “bocor” setiap bulan karena armada sendiri?

Hubungi tim IPL sekarang juga, dapatkan konsultasi gratis untuk menghitung TCO bisnis Anda, dan temukan cara paling efisien untuk distribusi barang Anda


Hubungi Kami , atau kunjungi akun Instagram kami di @ipl.logistics untuk lihat layanan terbaru kami.

Related Blog

Reach out to us today and let IPL be your
trusted partner in achieving seamless logistics solutions